Oleh: Lisra Evaeni
Di Stella Maris, kita percaya bahwa pendidikan sejati tidak hanya terjadi di ruang kelas. Ia hidup di lorong sekolah, di kantin, di ruang tata usaha, bahkan dalam percakapan singkat di parkiran. Pendidikan bukan semata soal kurikulum, mata pelajaran, atau nilai rapor. Pendidikan adalah tentang membentuk karakter, menyentuh hati, dan menanamkan nilai. Dan semua itu, hanya bisa dilakukan jika kita mendidik dalam kasih.
Sering kali, mendidik dikaitkan langsung dengan profesi guru. Lebih sempit lagi, hanya guru agama atau suster yang dianggap memiliki “otoritas” untuk berbicara soal nilai dan kasih. Padahal, di Stella Maris, kami percaya bahwa setiap Stellamarian—baik guru, staf, caretaker, hingga manajemen—punya tanggung jawab yang sama: menjadi pendidik dalam kasih.
Mengapa? Karena anak-anak belajar dari setiap interaksi. Mereka belajar dari cara kita menyapa mereka di pagi hari, dari kesabaran staf TU saat melayani kebutuhan mereka, dari kebersihan dan kerapihan lingkungan yang dijaga oleh para OB, bahkan dari senyum sopan satpam di pintu gerbang. Semua tindakan kecil ini membentuk atmosfer kasih yang dirasakan dan diteladani oleh siswa setiap hari.
Kami, sebagai bagian dari tim rekrutmen, bahkan percaya bahwa sejak awal seseorang masuk ke lingkungan Stella Maris, ia sudah perlu menyadari satu hal: menjadi bagian dari komunitas pendidikan dalam kasih. Maka dalam proses rekrutmen, kami tidak hanya mencari orang yang pintar dan kompeten, tapi juga yang punya hati. Karena dalam komunitas ini, hati yang penuh kasih adalah syarat utama.
Panggilan untuk mendidik dalam kasih bukanlah tugas eksklusif. Ia adalah panggilan kolektif. Setiap dari kita dipanggil, dengan peran kita masing-masing, untuk menyalurkan kasih Tuhan melalui pekerjaan sehari-hari. Karena kasih itu bukan hanya diajarkan, tapi dicontohkan.
Maka mari kita rawat budaya mendidik dalam kasih ini. Bukan hanya slogan atau nilai di dinding sekolah, tapi sebagai cara hidup. Sebab hanya dalam kasih, pendidikan bisa mengubah bukan hanya pikiran, tapi juga hati.