Ditulis oleh: Lisra Evaeni – SPV Recruitment, Stella Maris School

Di tengah ritme kerja yang semakin cepat, tuntutan yang terus meningkat, serta perubahan dunia pendidikan yang dinamis, menjaga kesehatan mental bukan lagi sekadar pilihan—melainkan kebutuhan. Produktivitas yang baik tidak hanya lahir dari kemampuan, tetapi juga dari keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan batasan yang kita tetapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa Batasan Itu Penting?

Dalam lingkungan kerja maupun pendidikan, batasan sering disalahartikan sebagai sikap menolak atau kurang kooperatif. Padahal, batasan adalah bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Batasan membantu kita mengetahui kapan harus berhenti, kapan harus berkata “ya”, dan kapan kita perlu mengambil jeda sebelum melanjutkan pekerjaan.

Tanpa batasan, kita mudah terjebak dalam siklus kerja tanpa henti. Pada awalnya mungkin tampak baik—banyak tugas selesai, target tercapai—namun dalam jangka panjang bisa menyebabkan kelelahan mental, stres berlebih, bahkan burnout.

Kesehatan Mental sebagai Pondasi Produktivitas

Seseorang yang sehat secara mental lebih mampu berpikir jernih, mengambil keputusan dengan baik, dan menjaga hubungan positif dengan rekan kerja maupun siswa. Kesehatan mental memengaruhi cara kita merespons tekanan, mengelola emosi, hingga menyelesaikan pekerjaan dengan efektif.

Di Stella Maris School, kami percaya bahwa guru dan staf yang bahagia akan menghadirkan lingkungan belajar yang positif bagi siswa. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik.

Cara Sederhana Menjaga Batasan dan Kesehatan Mental

Berikut beberapa langkah ringan namun berdampak besar:

  1. Kenali kapasitas diri

Tidak semua tugas harus diselesaikan sekaligus. Mengakui kemampuan dan keterbatasan bukan kelemahan, melainkan bentuk kedewasaan dalam bekerja.

  1. Komunikasikan kebutuhan dengan jelas

Jika pekerjaan menumpuk atau ada hal yang mengganggu fokus, bicarakan secara terbuka dengan atasan atau rekan kerja. Komunikasi yang baik mencegah kesalahpahaman dan mengurangi tekanan yang tidak perlu.

  1. Sisihkan waktu istirahat yang berkualitas

Istirahat bukan sekadar berhenti bekerja, tetapi memberi ruang bagi pikiran untuk kembali segar. Cukup tidur, jeda sejenak di sela kerja, atau sekadar berjalan sebentar dapat membuat produktivitas kembali meningkat.

  1. Hindari multitasking berlebihan

Fokus pada satu hal membuat hasil kerja lebih baik dan mengurangi kelelahan mental. Multitasking justru sering membuat pekerjaan terasa lebih berat.

  1. Jaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi

Luangkan waktu untuk hal-hal yang disukai: bertemu keluarga, hobi, olahraga, atau sekadar menikmati waktu sendiri. Keseimbangan ini membantu menjaga semangat dan stabilitas emosi.

Lingkungan Kerja yang Sehat, Kinerja yang Meningkat

Ketika setiap individu mampu menetapkan batasan dan menjaga kesehatan mentalnya, lingkungan kerja menjadi lebih harmonis. Kolaborasi tumbuh lebih baik, komunikasi menjadi lebih terbuka, dan produktivitas meningkat secara alami.

Stella Maris School berkomitmen untuk membangun budaya kerja yang sehat, suportif, dan berfokus pada pengembangan diri. Dengan menjaga kesehatan mental, kita bukan hanya bekerja lebih produktif—tetapi juga lebih bahagia dan bermakna.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *